RAPAT TIM PENYUSUN BUMDES “REJO LESTARI” TAHAP II

Nenindaklanjuti tugas Tim Perumus Pembentukan BUMDes “REJO LESTARI” maka pada hari Jum’at tanggal 17 Maret 2017 Jam 19.30 WIB bertempat di Balai Desa Tambakrejo mengadakan Rapat Tim Perumus Bumdes “REJO LESTARI” tahap II (final).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dalam Pembahasan perumusan AD/ART Bumdes dan SOP Unit Usaha yang akan dikelola Bumdes “REJO LESTARI” Desa Tambakrejo Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam perumusan AD/ART Bumdes dan SOP Unit Usaha yang dikelola Bumdes :REJO LESTARI” , faktor penting yang menjadi pertimbangan diantaranya adalah  :

  1. Masyarakat masih awam tentang ruang lingkup dan cara pengelolaan Bumdes
  2. Adanya persyaratan pengelola unit usaha yang baku dan tidak bisa diubah
  3. Antosias mayarakat yang kurang
  4. Relawan yang masih minim

 

Namun demikian Tim perumus berusaha semaksimal mungkin dalam menyusun AD/ART Bumdes dan SOP Unit Usaha dibuat sedemikian rupa agar faktor pendekatan terhadap kapasitas dan potensi masyarakat tetap sinergi, sehingga diharapkan Bumdes “REJO LESTARI” yang baru dibentuk ini bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Dan akhirnya dalam Rapat Tim Perumus menyelesaika draf AD/ART dan SOP Jenis Unit Usaha yang di jadikan prioritas sesuai kelayakan jenis usaha Bumdes “REJO LESTARI”

 

SEMOGA BERMANFAAT

 

“BHINEKA TUNGGAL IKA”

6 comments

      1. Mungkin karna minimnya penyuluhan dari pihak desa makanya antusias masyarakat kurang merespon stiap program dan kegiatan desa…sinerginya masyarakat yg loyal karna adanya pendekatan yg signifikan dari pemerintah desa…sukses terus bu

        1. Makasih mas Payjo atas responya, kalau dibilang minim penyuluhan sih tidak karena di Pemerintahan desa itu sudah banyak aparat dan pengurus kelembagaan desa, maka di orang-orang tersebutlah merupakan media lalu lintas informasi, terima kasih dan mohon dukungannya.

    1. Ok mas Payjo BUM Desa itu bergerak di bidang usaha ekonomi desa yang berpotensi untuk hajat hidup masyarakat, ya misal peternakan, pasar desa, sarana pertanian, sarana produksi yang dikelola secara kelembagaan desa kemudian manfaatnya di kembalikan kepada masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *